Cerita Dibalik Pembuatan Video Iklan Promosi Wisata Wakatobi oleh ANRIL FILM




Mengerjakan sesuatu atas dasar 'passion' memang menjadi modal utama dalam berkarya, ini saya alami sendiri dalam pengalaman hidup saya. Sepertinya rintangan sebesar apapun bisa saja diakali dengan kreatifitas, meskipun melelahkan, rasanya tak pernah capai badan ini saat mengerjakannya, malah rasa senang yang ada ! ha ha ha.... itulah keunggulan manusia-manusia yang bekerja atas dasar kecintaan terhadap profesinya, karena sesungguhnya Kreatifitas itu lahir dari Keterbatasan. Tanpa kamu memiliki keterbatasan, mustahil rasanya kita bisa jadi kreatif.

Setelah beberapa kali bikin film promosi wisata Indonesia seperti Raja Ampat, Halmahera, Bunaken, Komodo, dll, dan semuanya saya buat atas dasar seneng-seneng aja secara swadaya. Akhirnya tahun 2015, saya dihubungi oleh seorang dari Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Wakatobi. Mereka berniat akan membuat sebuah film pendek promosi Wakatobi serta menanyakan kesanggupan saya dalam mengerjakan projek video promosi ini.

Wah, seperti gayung bersambut, ya jelas sanggup donk pak, secara saya ini penyelam, saya ini pilot drone, saya ini penyuka fotografi & sinematografi, ha ha ha... Karena memang ini moment yang saya tunggu, bisa bekerja, mempromosikan negeriku, dan dibayar pula. Rasanya tak ada lagi nikmat yang bisa didustakan dalam mengisi peluang ini.

Singkat cerita, memang budget untuk memproduksi film ini jika dibanding proyek-proyek selevel kementerian, tentunya tidak ada apa-apanya. Tapi justru keterbatasan inilah yang memacu kami untuk bekerja habis-habisan secara total demi hasil yang terbaik. Hanya itu saja motivasi kami dalam mengerjakan proyek ini. Akhirnya brand bisnis film saya yang namanya ANRILFILM remi menerima pekerjaan ini.

Awal proyek kami mengumpulkan orang-orang yang memang mau bekerja berdasarkan passion, dan terkumpulah kami hanya ber-tiga !   Yaaa betul hanya bertiga team inti, yaitu saya ditemani dua assistant kamera (Yudha Ardias  & Harris). Tapi jangan salah, kita memang cuma bertiga, tapi kami bertiga bisa menyelam, bisa memotret, bisa ambil gambar video, dan bise nge DRONE !  Kami semua sehat dan bersemangat tinggi !  Dengan team seramping ini kami memiliki kelonggaran bujet yang akhirnya kami alokasikan untuk meng-hire seorang model / talent dengan tujuan supaya film nya ada talent nya yang jelas sedikit banyak akan mempercantik filmnya nanti. Akhirnya terpilih lah seorang putri daerah Sulawesi Tenggara hasil rekomendasi dari salah satu rekan-rekan penyelam di Kendari. Modelnya namanya Mbak Ayuningtyas, orangnya anak pantai banget jadi ya pas lah. Untuk local guide kami cocok dengan salah satu trip organizer putra daerah ali dari Wakatobi namanya Pak Rachmat yang tinggal di Pulau Tomia.

Sesaat sebelum Team Film Anril Film Mendarat di Wakatobi Untuk Pembuatan Video Iklan Pariwisata

Cirikhas Team ANRIL FILM - Team yang Ramping Compact untuk Optimum Video Production Cost

 
Singkat cerita, berangkatlah kami bertiga menuju ke Wakatobi, dengan sebelumnya singgah dulu di Makassar dan Kendari. Begitu mendarat di Pulau Wangi Wangi, team kami di sambut oleh Pak Nauval dan Pak Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi (Bpk. Nadar) yang juga sedang menyambut tim shooting proyek dari kementerian, yang pasti kami minder melihat team shooting yg jumlahnya puluhan orang ha ha ha sementara kami hanya berempat saja. Tapi tetep semangat maju terus pantang mundur !

Hari pertama, kami melakukan briefing dan menginap di Patuno Resort di Pulau Wangi-wangi, resortnya di tepi pantai yang indah berpasir putih. Bungalownya juga unik mirip rumah panggung, fasilitas kamarnya pun boleh dibilang cukup mewah lengkap dengan AC. Setengah hari ini kami manfaatkan untuk shooting di beberapa tempat potesi wisata di pulau wangi wangi, antara lain Benteng Liya, Bukit Toliamba, pemandangan sunset, dan pasar malam tradisional khas ala wangi wangi.

Patuno Resort Pulau Wangi Wangi WAKATOBI (taken by smartphone pada jamannya)

Suasana Behind The Scene Pembuatan Iklan Pariwisata Wakatobi oleh team ANRILFILM
 Pada hari kedua, kami menjelajahi lebih dalam potensi wisata yang ada di Pulau Wangi-wangi, seperti Danau Unik Kapota yang berair jernih, lalu melakukan shooting di Kampung Suku Bajo di Bajo Mola. Di Bajo mola ini cukup unik, kalau kita yang tinggal di kota, melihat perumahan ditepi sungai atau kali, pasti airnya hitam coklat ya kan ?  Nah disini airnya jernihh sekali karena lansung terhubung ke laut, sungguh iri melihat pemandangan seperti ini. Perjalanan kami lanjutkan ke Goa Kontamale dan Te'eko Sapi, kami kira lokasinya jauh tapi ternyata berdekatan saja. Ibarat ditengah kota, ada goa kontamale dengan ornamen bebatuan alam yang indah serta air alami yang sangat jernih. Anak-anak banyak yang berenang di goa ini, airnya sejuk seperti di gunung padahal kita sedang di area pantai. Selanjutnya perjalanan kami arahkan ke tepi pantai Cemara untuk shooting Tarian Kenta Kenta Khas Wangi wangi, lalu seperti biasa kami istirahat menikmati sunset di Wasabi Nua, sebuah cafe ala bali yang didirikan diatas batu besar ditepi pantai. Pemandangan sunsetnya indah sekali !

Kali yang jernih di pemukiman Suku Bajo di Kampung Bajo Mola Pulau Wangi wangi WAKATOBI

Kuliner Seafood locak khas WAKATOBI


Pemandangan yang indah di Wasabi Nua Wangi Wangi WAKATOBI
 
Hari ketiga kami bangun pagi sekali, Pak Rahmat dari Oceania sudah menyiapkan kapal untuk perjalanan kita ke Pulau Hoga. Perjalanan diatas laut ini memakan waktu kurang lebih 1,5 jam, setibanya disana kami cek in di Hoga Dive Resort. Resortnya cukup nyaman, tak terlalu luas, tapi cukup cozy dengan suasana laut yang jauh dari hiruk pikuk kota. Disini kami mengunjungi miniatur hutan bakau lalu berkunjung tempat yg unik yang namanya Kampung Bajo Sampela. Kalian pernah nonton film water world?  film agak jadul sih yang menceritakan kehidupan manusia diatas laut karena sudah tak ada lagi daratan, NAH Kampung Bajo Sampela ini mirip seperti itu, dimana diatas laut ada sebuah kampugn yang didirikan dan dihuni orang sekampung, lengkap dengan sarana sekolah, perumahan, sarana ibadah dan lain lain. Yang pasti kalo kamu kesana pasti akan terkagum kagum dengan kehebatan kemampuan nomading Suku Bajo ini. Oh ya jangan sampe deh kamu lewatkan nge DRONE ditempat ini, saat film ini dibuat tahun 2016 kami masih menggunakan drone rakitan yang kemampuannya jauh dibawah drone-drone modern seperti DJI Mavic PRO seperti yg kita gunakan saat artikel ini ditulis. Sayang waktu kami tak banyak di Kampug Bajo Sampela, karena para penari Lariangi sudah menanti kami untuk di shooting di Pulau Hoga. Setibanya di pantai pulau Hoga, puluhan penari lariangi berkostum hijau yg indah sudah menanti kami. Dan sekali lagi waktunya tak banyak, matahari sunset kurang lebih 45 menit lagi akan tenggelam. Tapi suasana temaram malah menambah indah footage yang kami shoot saat mengambil tari Lariangi khas Kaledupa ini. Kami bermalam di Hoga Resort, tiga hari sudah kami lewatkan, cape dan lelah sudah pasti, tapi sepertinya tertutupi dengan passion kami mengambil gambar di tempat seindah WAKATOBI.

Perjalanan dengan Kapal antar Pulau di WAKATOBI
Hari keempat pagi hari kami berlayar menuju ke Pulau Tomia, pelayaran ini cukup lama mencapai 3 jam lebih, sebelum kami tiba di sebuah pulau besar bernama Pulau Tomia. Setibanya di Pulau Tomia, kami langsung cek in di Hotel yang dikelola secara swadaya masyarakat yaitu Penginapan Abi Jaya. Hotelnya bersih, kamarnya luas, AC nya dingin, dan makanannya mantab loh... masakan langsung warga Pulau Tomia. Setelah cek in, seperti tak ada waktu santai, kami langsung merakit Kamera Underwater untuk penyelaman kami di Pulau Tomia. Oh ya barang kali bertanya kamera apa yg digunakan untuk shooting underwater di wakatobi ?  Kami gunakan Canon 5DM3 dengan Housing Aquatica plus lampu 5000 lumen x2. Peralatan ini di sponsori oleh Oceanic Focus yang memegang merk Aquatica di Indonesia (Special thanks to Bpk. Kasim Gunawan).

Suasana Penginapan di Pulau Tomia WAKATOBI lengkap dengan peralatan shooting team ANRIL FILM

Hari keempat ini adalah satu satunya alokasi menyelam kami di Wakatobi, sebetulnya kami sangat kawatir dengan keterbatasan ini kami tidak mendapat footage underwater yang bagus untuk video project ini. TAPIIIII ... dasar memang WAKATOBI ini bener-bener surganya bawah air di Indonesia, dive pertama kami di Ali Reef, kami sudah mendapat footage underwater yang bagus !  talent kami Ayuningtyas sempet berpose dengan schooling jack fish, koral koral yang indah dan berwarna warni, ditambah vizibility yang cerah pada hari itu. Luar biasa !! Dive kedua kami lakukan di Teluk Maya, coral coralnya sangat luar biasa indah, berbagai biota laut kami temukan disini.

Apa pendapat saya menyelam di wakatobi ?  Pendapat saya, puluhan kali saya menyelam di Raja Ampat (karena saya adalah trip organizer yg rutin ke raja ampat minimal 1 tahun sekali dan juga komodo), puluhan kali menyelam di Komodo, ratusan kali menyelam di Bali. Saya bilang untuk kategori keindahan Coral Reef / Terumbu Karang, Wakatobi Nomor SATU !  Hamparan karangnya luar biasa kerep subur dan beraneka ragam, tak berlebihan jika wakatobi disebut Heart of the World Coral Triangle.


Suasana Pengambilan Footage Underwater oleh Tim ANRIL FILM di Ale Reef WAKATOBI

Sore hari setelah menyelam di Pulau Tomia, tak sempat bersantai ria, jadwal berikutnya sudah menanti kami harus ke Tebing Ampo Mbero, Pantai Huntete, dan Benteng Patua yang kebetulan lokasinya saling berdekatan. Disini juga kami harus shooting Tari Sajo Moane yang merupakan khas Pulau Tomia di Puncak Bukit Tomia. 

Drone yang digunakan saat itu masih drone rakitan HELICAMINDO

Hari Kelima seharusnya kami sudah berlayar ke Pulau Binongko di pagi hari, namun kami terlebih dahulu harus singgah di Wakatobi Resort, dikarenakan izin yang diberikan untuk shooting resort ini baru di setujui pada hari ini. Setelah shooting di Wakatobi Resort, kami berlayar menuju ke Pulau Binongko, dan kebetulan waktu itu ombak cukup besar. Cukup waswas kami melihat perahu kami penuh dengan asset kami satu satunya yaitu peralatan shooting diatasnya ha ha ha.... Pelayaran kurang lebih 2 jam kami tiba di Pulau Binongko. Karena belum ada hotel yang tersedia di Pulau ini, kami rencana one day trip saja untuk melakukan shooting Tari Balumpa di Pantai Melangka, dan keindahan mercusuar di Taman Batu. Seharusnya kami juga shooting pandai besi di pulau binongko, namun karena hari itu kebetulan tidak ada Tukang besi yang bekerja, maka shooting ini dibatalkan. Sayang sekali waktu kami sangat amat terbatas disini, padahal saya yakin ada banyak sekali potensi wisata yang ada di pulau terujung Wakatobi ini. Sore hari kami sudah harus pulang ke Pulau tomia, karena jangan sampai kemalaman dilaut :)

Wakatobi Dive Resort di Pulau Tomia WAKATOBI
Behind The scene pengambilan gambar film promosi pariwisata wakatobi oleh ANRIL FILM

Rawa unik di Pulau Binongko WAKATOBI

Pantai Melangka Pulau Binongko WAKATOBI

Hari Keenam, Pagi hari dengan agak berat hati kami harus berlayar meninggalkan pulau Tomia untuk pelayaran yg agak panjang kembali ke Pulau Wangi-Wangi. Setibanya di Wangi-wangi kami harus menyelesaikan beberapa shot yang sempat keteter di hari pertama karena kendala cuaca seperti di dermaga Sombu yang kali ini kita sudah dapat pinjaman sepeda untuk mempercantik footage Sombu Dive. Juga kami shoot airport dengan drone, laah kok bisa??  bisa donk... pake drone rakitan gak mengenal No Fly Zone, selama kita dapat akses dari otoritas yang berwenang, kita bisa terbang dimana aja. Ini artikel tentang menerbangkan drone di airport. 

Demikianlah cerita dibalik pembuatan video iklan dan Profil Destinasi Wisata WAKATOBI. Terima kasih semua pihak yang telah mendukung Anril Film dalam proses pembuatan film ini seperti PT. Manta Imaji, Oceanic Focus, Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Oceania (Pak Rahmat), juga Pak Amal yg telah mendampingi kami selama di Wakatobi, juga Pak Amirudin (Boatmen).
Semoga sharing ini berguna bagi temen temen semua...

Komentar

TULISAN LAINNYA

Ada apa di Kabupaten Fakfak Papua Barat ?

Jasa Fotografi & Video Ditawar sadis, berapa sih harga yang wajar ?

Mengintip dan Membandingkan Spesifikasi Drone DJI Mavic Air